- FindingNova -

Hanya Ingin Menulis....

Tampilkan postingan dengan label Lagi Merenung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi Merenung. Tampilkan semua postingan

Bikin Mewek | Renungan Bersama

Mohon dibaca dengan teliti, sebagai bahan renungan bersama. Sebuah surat dari orang tua yang begitu mencintai kita di dunia ini.
********************************************************************************



Anakku yang kusayangi

Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku

Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan….…
Jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri……… sabarlah !
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil.




Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku dan mohon dengarlah aku .
Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur. Dan aku lakukan itu untukmu anakku.

Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu.


Ketika aku tak mampu menggunakan teknologi, jangan tertawakan aku. Mohon ajarilah aku dengan sabar.
Ingatlah bagaimana aku mengajarimu banyak hal …. Cara makan yang baik……cara berpakaian yang baik…….berperilaku yang baik………..bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan…..



Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah….aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.

Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku !
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya…..
Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu……




Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…………, ketika aku ingin mati….., jangan marah…, karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti !
Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.



Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.

Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usia ku yang sudah bertambah tua.
Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.

Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.

Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintanmu padaku.



Aku mencintaimu anakku………
Ayahmu, ibumu


***Aku tak tau pasti dari mana sumber ini kudapat, file ini hanya bertengger di laptopku untuk waktu yang sudah sekian lama.

Surat Rindu

Terlalu cepat sang waktu berjalan, hingga kamu kini lenyap dari pandanganku selamanya. Ah, aku belum menjadi yang terbaik bagimu. Kenapa perbuatan selalu mendahului penyesalan? Padahal aku ingin sekali berbuat yang terbaik untukmu, menggenggam tanganmu dengan erat, memelukmu dengan dahsyat lalu kita bersama menuju cahaya putih, tempat dimana segala kebaikan berhimpun padu.

Masih segar diingatanku tentangmu. Tentang sikap cuekmu, aroganmu, senyummu, bahkan besarnya cintamu yang selalu kau dengung-dengungkan padaku. Aku malu jadi orang kepercayaan cintamu yang sebenarnya tak pantas dan tak mengerti cinta. Tapi kau percaya.

Tentang “dia yang kau cintai”.
Bagaimana besarnya cintamu untuknya, namun dia tak peduli, tapi aku peduli kawan. Aku peduli padamu bahkan saat semua orang tidak peduli.
Sampai kinipun, aku masih setia melihat Derbi Romero di TV hanya untuk mengingatmu, bukankah kau begitu mengidolainya ketika Petualangan Sherina dulu?

Sampai kinipun aku masih setia melihat “dia yang kau cintai” meski kini dia jauh, namun FBnya masih menghiasi friendlist ku.

Ah, ya, aku ingat bagaimana besarnya cintamu untuknya seperti yang kau ceritakan padaku dulu
“meski kelak dia bukan tercipta untukku, tapi dia akan selalu ada dihatiku. Aku akan selalu mengingatnya dan akan menamai anakku dengan namanya suatu saat nanti”

Kini, kita dialam berbeda. Apa “dia yang kau cintai” masih kau ingat? Bagaimana kabarmu disana kawan? Ah, Aku begitu mengkhawatirkanmu. Bagaimana makananmu disana? Bukankah kau paling takut kelaparan?

Apa disana kau melihatku kini? Memainkan jemariku diatas keyboard untuk merekam jejak kenangan kita, aku merindu. Rindu sekali.

Masih jelas dibenakku bagaimana aku harus rela kehilanganmu. Tsunami maha dahsyat itu telah menggulungmu dan keluargamu. Aku tak tau bagaimana sakitnya digulung tsunami, kenapa kau tak mau cerita padaku? Aku selau menunggumu bahkan lewat mimpi. Aku ingin berpadu dengamu.

Apa kau masih ingat foto kita di studio itu dulu? Itu foto close up pertama kita. Kawan, bahkan kini studio itu telah tiada. Tapi foto kita akan selalu ada meski sang waktu tidak bersedia mengabadikannya tapi aku bersedia. Sangat bersedia. Memori otakku selalu bersedia mengingat semua tentang kita.

Apa kau masih ingat bagaimana jahilnya kita sepulang sekolah? Kita suka muter-muter pasar dan jalan-jalan ke supermarket dulu meski seragam masih bertengger? Aku ingin sekali mengulangnya, mengulang semuanya.

Kawan, bagaimana kabarmu di alam sana? Cobalah cerita sedikit padaku apa rasanya ketika kita sudah tiada lagi di bumi ini? Adakah kau melihatku selalu? Adakah kau bahagia disana? Tuhan lebih dulu memilihmu kawan itu artinya Tuhan begitu mencintaimu. Buktinya, Dia lebih dulu ingin bersamaMu daripadaku.

Ah, apakah suatu saat ketika aku harus berpindah alam meninggalkan dunia ini kita akan bertemu?
Aku merinduimu. Rindu sekali. Bersama kita nyanyikan kembali senandung “tentang Kita”:

waktu terasa semakin kelabu
tinggalkan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa

teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan semua tentang kita
(peterpen-semua tentang kita)

*kawanku Miko, apa kabarmu disana? Sudah 7 tahun aja kau pergi. Jangan suka tinggal shalat lagi ya. Aku tak suka kau lakukan itu. Jangan buka jilbabmu lagi ya. Aku juga tidak suka karena kini aku juga tak akan membuka jilbabku lagi. Ah, kau beruntung dapat mendengar titah Tuhan langsung kini.
Miko, sapalah aku meski sebentar, meski dalam lelapku.Aku rindu, sangat merindu.

Lupa Dosa

Sebenarnya saya orang yang rada pelupa. Lupa minum obat, lupa makan, lupa mandi, lupa ngerjain tugas, lupa pingin p*p, lupa nemplokin nyamuk yang betengger di badan, lupa cuci motor, lupa ada jadwal kuliah, lupa nyari tugas, lupa nyuci, dan lupa kalau saya ini mau ngapain yak???hahhaa

Pernah gak denger ada orang lain bilang gini ke kita “doain aku ya” atau “mohon doanya ya”, atau apapunlah redaksi bahasanya yang intinya dia minta kita ngedoain dia. Begitulah kira-kira. Dan seringnya kita bakal jawab “iya”. Contohnya begini:

A : eh, katanya kamu bakal ke Australia ya, nyambung S2?

B : Iya, Alhamdulillah. Doain ya moga nilai saya bisa bagus, jadi diterima di universitas bagus nanti.

A : iya.

Pertanyaanya : apakah si A bakal ngedoain si B? padahal dia udah jawab iya lho.

Nah, ini yang sering banget saya alami, banyak teman-teman atau siapapun yang minta didoain tapi jarang banget saya lakuin*duh, dosa banget gw, padahal saya udah jawab “iya”. Kata “Iya”hanya sebatas iya dimulut saja tanpa action.

Saya pernah ketemu dengan temennya kakak sepupu saya, dan terjadi percakapan antara kami:

Temen kakak: Nov, gimana kuliahnya? Lagi musim ujian ya?

Saya : alhamdulillah lancar kak. Iya nih, doain ya kak moga dapat IP bagus,hehe
Temen kakak: iya, kakak doain sekarang deh, takutnya nanti lupa soalnya kakak kan udah bilang iya
*lalu si kakak berdoa : Ya Allah, mudahkanlah kuliah Nova dan semoga dia dapat IP bagus semester ini. Amin.
Saya : *jingkrak-jingkrak didoain

Jujur, sebenranya saya kaget, tapi membenarkan perbuatan si kakak. Karena kita udah janji bakal ngedoain dan sering lupa untuk melakukannya, jadi selagi ingat, doakanlah kawan kita^^.


Satu hal lagi yang sering banget banget saya lupain adalah nyampein salam orang. Misalnya, tiba-tiba saya ketemu sama anak kawan mama saya

Anak kawan mama saya: eh, Nova, apa kabar?

Saya : baik kak=)

Anak kawan mama saya: mamanya apa kabar?

Saya : baik juga kak=)

Anak kawan mama saya: salam ya buat mamanya.

Saya : iya kak

Dan. Sayapun suka lupa nyampein salam. Sering banget saya ngelakuin ini padahal saya udah bilang iya lho*kayanya saya lelet banget dalam nepati janji:(.


*nah, saya lupa deh mau lanjutin apa???hehhe

Sekarang saya mulai berusaha tidak menyelepe menekan (baca: menyepelekan) janji, baik janji untuk mendoakan orang maupun janji unuk nyampein salam. Meski terkesan selepe mene (baca: sepele) tapi janji tetaplah janji yang harus ditepati.


Oia, saya juga mau tebeng pajang award dari teman-teman blogger yang baik hati dan tidak sombong kaya saya,hehhe
Dari mas Arie Febriant dan Mas Ione, mereka klop ngasih award yang sama ke saya. Pertanyaanya: kenapa mereka bisa sehati gitu? ada apa dengan mereka berdua???hhmmm….hahhahaha…apasih nov? * minta diulek:P
Yang mau silaturrahim sama orangnya sok atu ke blognya http://arifebri.blogspot.com/ dan http://edyirawannasution.blogspot.com/ . Makasih mas=)


Trus, saya juga ngelengkapin award stylish blogger award ini. Ini award ke-6 yang saya dapatkan, meski udah 6 kali tetap aja saya masih pingin 7,8,9,10,……1000, dst,hhahha*rakus banget nov:(



Award ini datang dari mas hoedz di http://inthehoedz.blogspot.com/

Tapi ngiming-ngiming, saya penasaran sama yang buat award ini pertama, siapa ya orangnya? Kok bisa award ini menjamur begini? Apa harus dikasih kalpanax dulu ya biar jamurnya pada ilang?hahha:D

Btw, Makasih ya atas kebaikan hatinya, mudah-mudahan makin rajin ngasih saya award soalnya saya ga bakal muntah-muntah, pusing, demam, ingusan, apalagi diare kok karena nerima award.hehhe:P
Oia, PRnya udah pernah saya kerjain,jadi mohon maaf ya awardnya cuma tak pajang aja.
Keep blogging^^

Rasa Tahun 2007

Iseng saya ngebolak - balik diary jaman. Jamaaaannn banget. Punya tahun 2007.hhehe…Tiba-tiba saya nemu ini:

Wahai orang yang kucinta
Aku ingin sekali dihati ini hanya ada Allah dan kamu
Maka bantulah aku untuk mewujudkan itu

Wahai Allah yang selalu ada dihatiku
Aku ingin sekali orang yang kucinta ada dihatiku
Dan Engkau bersedia memberikannya untukku

Wahai orang yang kucinta
Aku telah berdoa pada Allah agar kau bersamaku
Agar hanya ada kau dan Allah dihatiku

Hadeeeeeeehhhh-.-…gubrak!!! Sok sweet banget ya saya.hahhaha…maklumlah… jaman-jaman masih jadi ababil(ABG labil):D. Itu kalau ga salah puisi pernah nemu di buku Habiburrahman El Shirazy, terus saya baca lagi di tembok kamar kos seorang kawan, terus saya tulis deh di buku diary dengan editan alakadarnya.hahha:D


Terus saya juga nemu ini:
Mengenang ayah adalah sebuah kesahajaan. sebuah pribadi sederhana yang bewujud dalam diri seorang manusia, yang sebagian darahnya mengalir disetiap tubuhku, yang seluruh cintanya selalu memancar setiap saat aku menatap bayanganku dicermin. pahlawan masa kanak-kanakku bahkan hingga kini.walau angin telah menyapu jejakmu & burung tak membawakan kabar darimu,ayah tetap bagian dari diriku. Selamanya…

Ini waktu awal-awal Ayah pindah tugas. Kangen banget sama Ayah. Gak terasa, sekarang udah 3 tahunan aja Ayah tugas di daerah orang:(


Saya juga nemu ini:
Apapun yang terjadi dalam hidup saat ini yakinlah, ini adalah jalan terindah yang udah Tuhan kasih. Karena kita tidak pernah tau apa yang kita butuhkan kelak, tapi Tuhan tau. Yakinlah, Tuhan punya rencana indah buat hidup kita.

*tumben ya saya bijak, terharu,hiks…
Ini waktu saya baru ketemu sama sohib lama, kami saling cerita termasuk keluh kesah selama ini. Kita janji bakal menyikapi kehidupan dengan lebih arif *haduh…baik banget, kayanya bukan gw deh tu.hahha



Nemu ini juga:
Tersandung duka bunda, aku mereguk apa…memeluk apa…
Aku hanya ingin memelukNya seerat-eratnya.

Ini waktu semangat banget ibadah, tapi banyak nemu halangan dan rintangan:(


Terus, ini ada juga:
Ayah, aku tetap anakmu sampai kapanpun. Maafkan aku yang pernah membuatmu kecewa. Aku akan selalu berusaha bangkit dari hal-hal yang membuat aku terpuruk dan jatuh bahkan nyaris hancur berkeping-keping.
Ayah, saat ini rasanya hatiku retak, luruh, jatuh, dan hancur.
Pertahanan air mataku akhirnya luruh ayah.Izinkan aku menangis di sampingmu.


Bunda, aku tersandung duka.
Dapatkah kau rasakan dukaku?
Aku ingin mengadu, tapi kelu.

Ini waktu saya menghadapi masalah yang lumayan kompleks di dunia kampus. Pada siapa saya mampu mengadu?


Juga nemu ini:
Tersandung duka, bunda
Desahku hanya daun – daun yang luruh berjatuhan
Marahku terbentur pada tulus yang ingin ku bendung dan bola lampu yang terang
Aku ingin nyalakan bola lampu itu pada hatiku yang kini terketuk bencana
Aku hanya ingin sandungku ini tak lain karena ingin memelukNya nanti disana

Ini saya ambil dari bukunya Azzura Dayana. Saat itu sedang merasakan seperti yang ditulisan.


Saya juga ngalamin ini:
Tuhan, sembuhkan ayahku.
Taukah kalian rasanya retak, hancur, dan pecah?

Waktu ayah sakit, saya sedih sekali:(


Juga ini:
Dan. What a life. Hidup ini indah jika kita selalu bersyukur dengan apa yang kita punya=)

Selalu berusaha bersyukur dengan kehidupan yang dimiliki saat ini=)


Aahhh...ternyata 2007 saya lewati dengan aneka rasa:D

Bohong Aja Lu

Bodo amat sama April Mop, say mah udah keseringan bohong.gyahahaa….*naudzubillah deh:P
Mudah-mudahan makin tambah bulan makin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukankah manusia yang beruntung adalah yang lebih baik dari hari kemarin?
Aaa…mau ramadhan aja nih. Horeeeeeeee….*Gubrak banget yah saya:D
****************skip*****skip******skip*********************************************
Saya masih mengingat-ngingat kejadian selama kuliah dulu *brasa gw udah lamaaa banget lulusnya, padahal baru Februari 2011 lalu deh. Ah ya, pernah waktu semester awal diperkuliahan saya ikut program Bakti Sosial (Baksos) kampus. Sok kece banget ya saya, masih anak baru udah ikut begituan padahal syaratnya harus mahasiswa yang semester 3 keatas. Tapi entah bijimana (biji nangka, biji toge, ato biji tomat yah???hahha:D) akhirnya saya lulus juga untuk jadi relawan baksos tersebut. Baksosnya diadakan di lokasi yang jauh dari Banda Aceh, tempat saya tinggal. Harus menempuh perjalanan sehari semalam, harus naik-naik rakit segala, daerahnya terpencil banget, saya belum pernah dengar sebelumnya.

Eh, pas saya bilang ke ayah ikutan baksos ini ayah ga ijinin saya ikut. Tapi kan sayang, saya udah lewat. Akhirnya dengan berbagai jurus dan muka memelas menghiba *palsu akhirnya saya diizinkan. Sebenarnya ayah punya alasan kenapa saya ga diijinin pergi ke tempat baksos, karena pada hari yang bersamaan ayah harus berangkat dinas ke Malang selama 5 bulan, jadinya rumah bakal sepi banget kalau saya dan ayah pergi. Tapi mah, hati saya sudah sama si baksos ya mau gimana lagi, soalnya menurut saya ini momen langka banget saya bisa nimbrung di kegiatan sosial, mumpung kuliah juga lagi libur.

Akhirnya saya berangkat.

Ternyata tidak mudah untuk sampai di lokasi baksos, kami harus menempuh perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Mobil yang kami tumpangi sempat tergelincir di rakit karena kondisi sedang hujan lebat, sempat pula macet dijalanan ga bisa nanjak karena tanjakan jalannya terlalu tinggi *bayangin gw dorong2 mobil. Banyak banget cobaannya.

Akhirnya sehari semalam perjalanan kami sampai. Hei…what??ini masih bukan sasaran baksos kami. Ini masih di kecamatannya. Bayangkan, untuk sampai kecamatan aja kami harus masuk kampung ke pelosok banget. Kami masih harus nempuh perjalanan setengah hari lagi untuk mencapai sasaran baksos. Dan luar biasanya, tidak ada satupun kendaraan yang melintas untuk menuju daerah sasaran. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan desanya? Akhirnya kami menyewa mobil lain, karena mobil sewaan kami (bus dinas perhubungan) tidak mampu untuk berjalan mencapai daerah sasaran, karena jalannya sangat curam dan licin.

Ah, akhirnya kami sampai. Warga desa udah rame aja nungguin artis dangdut rombongan kami nyampe. Oia,jumlah kami sekitar 30-an kalau ga salah. Penginapan yang disediakan buat kami adalah sebuah balai ngaji yang sudah lama tidak dijamah karena tengku (sebutan untuk guru ngaji laki-laki di Aceh) sudah lama menghadap Illahi. Bangunannya lumayan besar, hanya tersedia dua ruang, ruang depan dan ruang belakang yang disekat oleh dinding dari batako dan berlantai semen kasar. Di depan balai ada sebuah pondok kecil tanpa jendela, mirip seperti tempat peristirahatan yang ada di tengah sawah. Ya, persis seperti itu, dan disitulah para relawan laki-laki tidur melepas lelah, sedangakn kami yang wanita tidur di dalam balai di ruang belakang.

Suasana kampungnya masih asli banget. Pedesaan yang kental dan belum terjamah oleh apapun. Bayangkan, mereka tidak punya alat transportasi. Tidak ada rumah penduduk yang memiliki kamar mandi termasuk balai tempat kami menginap ini dan ini bikin saya megap-megap, bagaimana kalau ingin buang air kecil tengah malam? Ah, ya paling bahaya, kalau ingin pup, aaa….
Penduduk setempat memanfaatkan sungai dibelakang desa sebagai kamar mandi dan tempat buang air kecil dan air besar. Kebayang ya repotnya kalau ingin buang hajat mesti pergi ke sungai dulu.
Inilah yang kami alami.

Mata pencaharian penduduk desa 100% bertani dan berladang. Mereka pergi ke sawah atau ladang di pagi hari dan pulang di sore hari. Makanan sehari-hari ya dari hasil ladang, oleh sebab itu mereka tidak pernah mengkonsumsi ikan. Ya, ikan menjadi langka banget bagi mereka.
Mirisnya lagi, masyarakatnya juga tidak mengenal sabun. What????

Jadi ceritanya, Alhamdulillah kami bawa barang-barang cukup banyak ke sini, buku-buku, baju, seragam, pakaian, sampai sembako, juga gak ketinggalan sabun, pasta gigi, deterjen dan antek-antek kebutuhan rumah tangga lainnya.
Waktu itu kami ngadain kampanye kebersihan, anak-anak desa kami ajarin cara menggosok gigi yang benar dan cuci tangan pakai sabun. Ya ampun, mereka seneng banget pas acara cuci tangan pakai sabun. Ternyata mereka belum pernah liat sabun sebelumnya, jadi seneng banget liat ada busa keluar dari tangan. Yah, keliatan banget baru pertama cuci tangan pake sabun, jadi busa sabun yang mestinya berwarna putih pada jadi kecoklatan semua. Saya sempat bingung juga miris, jaman sekarang masih ada aja orang yang belum kenal sabun.

Hal lain yang saya ingat banget adalah mereka juga gak kenal sama penjepit kuku. Yah, kuku mereka pada panjang-panjang dan item-item. Kami potongin kuku mereka satu-satu dan sempat menyesal juga kenapa ga bawa banyak penjepit kuku. Saya tanya ke salah satu adik yang kukunya saya potongin, masayarakat disini ga bisa bahasa Indonesia, mereka cuma bisa bahasa aceh dan Alhamdulillah saya bisa bahasa aceh,hehhe:P.

Saya: adoe, biasajih pajoh bu ngon jaroe? (adik, biasanya makan pake tangan?)

Adik : *ngangguk

Saya : hana takot saket pruet? Kuku jih panyang that nyoe (ga takut sakit perut? Kuku adik panjang kali)

Adik: hana. Ka biasa (gak. Udah biasa)
*kalau dipikir2 pertanyaan saya diatas ga penting banget yak???:D

Saya: biasa jih ngon peu gunteng kuku?(biasanya gunting kuku pake apa?)

Adik: kadang ngon sikin, tapi kayem hana (kadang dengan pisau, tapi lebih sering gak potong kuku)

Bisa bayangin gak kondisi kuku tuh adik?

Satu hal lagi, ternyata makamnya tengku yang udah meninggal itu ada di depan balai ngaji tempat kami nginap. Hiyyy…saya baru tau pas tepat seminggu kami di sana.

Saya belajar banyak hal banget dari baksos ini. Bagaimana susahnya mereka bertahan hidup, ternyata saya gak patut banget untuk mengeluh dengan kehidupan yang sudah Tuhan anugerahkan saat ini. Terimakasih. *ah ya, saya jadi pingin ikutan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV.

Lihatlah sekitar, maka kalian akan merasakan betapa luar biasanya anugerah Tuhan buat kalian=).

Jangan suka bohong ya, karena bagaimanapun bohong tetaplah perbuatan tidak terpuji:)

The Miracle of "I Hate Saturday"

Saya mau nyambung postingan yang kemaren yah, yang saya ngamuk-ngamuk kalo hari sabtu tiba, yang judulnya I hate saturday itu, yang saya cerita tentang murid kelas 6, yang....*cukup Nov. Gw udah tau!

Nah, akhirnya setelah selesai ngajar saya malah jadi bahagia. You know what?
Entah kesurupan apa kelas 6 yang saya ajari jadi begitu membahagiakan hari itu. *curiga saya mereka pada baca postingan di blog ini kemaren,hahha:D

Si Anak yang suaranya ga bisa dibilang naudzubillah itu ternyata tidak se naudzubillah yang saya bayangkan:P *LOL
Saya masuk kelas seperti biasa. Waktu mau nyampein materi, tiba-tiba si anak yang suaranya gak bisa dibilang itu ngomong ke saya.


Anak yang suaranya ga bisa dibilang: kak, saya mau kembaliin ini sama kakak

Saya : ha??? Apaan tu?*rada jutek

Anak yang suaranya ga bisa dibilang:lha, ini, pinsil.

Saya: pinsil? *betul-betul belum ngeh

Anak yang suaranya ga bisa dibilang: iya, ini pinsil kakak yang saya pinjam minggu lalu. Maaf ya kak saya lupa kembaliin minggu lalu, di rumah baru ingat. Makanya saya simpan supaya bisa dikembaliin sama kakak hari ini.

Saya: * T_T .speechless.


Saya baru ingat, waktu saya masuk kelas itu minggu lalu Anak yang suaranya ga bisa dibilang gak bawa apa-apa. Gak bawa pinsil. Ga bawa pulpen. Ga bawa buku, dan ga bawa buku modul. Memang dia bawa tas, tapi tasnya kosong melompong. Saya sempat emosi banget. Ngapain juga dia pigi ikutan les kalau ga bawa apa-apa. Akhirnya saya kasih kertas dan pinjamin pinsil saya ke dia buat nulis.Selanjutnya saya lupa dengan pinsil itu.

Ternyata Anak yang suaranya ga bisa dibilang itu tidak seperti yang dibayangkan. Masih banyak sisi kebaikannya. Begitulah uniknya Anak yang suaranya ga bisa dibilang, bertanggung jawab mengembalikan apa yang sudah dipinjamnya. Ah, saya jadi malu dengan diri sendiri, ternyata saya masih harus belajar banyak dari murid-murid saya.

Dan bahagianya lagi, hari itu kelas 6 nya semangat banget belajar. Semua materi yang saya kasih bisa dipahamin semua. Malah, mereka minta dikasih soal latihan yang banyak. Duh…bahagianya. Apalagi kebahagiaan yang didapat dari seorang pengajar selain anak muridnya bisa paham dengan materi yang diberikan?

Saya juga sempat kasih permainan yang memacu ketepatan dan ketangkasan mereka. Berhubung mereka pada mau ujian akhir, jadi harus dibiasakan untuk menjawab soal dengan cepat dan tangkas, berhubung waktu yang disediakan untuk ujian juga dibatasi nanti. Nah, mereka juga semangat banget ngikutin permainannya, semua pada adu kecepatan. Sampai ketika habis waktu belajar mereka masih ga mau pulang, masih mau belajar lagi. Wahhhh…bahagianya liat mereka senang belajar.

Jujur saya shock banget. Ga biasanya mereka begini dan ga biasanya saya sebahagia ini setelah siap mengajar di kelas 6 ini* biasanya paling dinding sebelah kanan roboh saya pukulin , atau minimal spidol pada patah jadi 4:D *LOL.
Ini benar-benar keajaiban=).

Ngomong-ngomong tentang ngajar kelas 6 SD, tahun lalu saya sempat ngajar anak kelas 6 SD juga, tapi yang ini beda banget. Muridnya laki-laki semua dan pada ganteng-ganteng semua. Ada yang putihan mirip korea-korea gitu, ada yang kaya Chinese keren, ada yang kaya Arab-arab gitu hidungnya mancung banget, ada yang gayanya cool banget, ada yang pake kacamata, ada yang stylish banget, pokoknya macam-macam deh, dan semuanya ganteng-ganteng.hahhaha:D*bikin skandal ama anak SD nih.
Waktu ngajar saya jadi brasa gimanaaaaaaaaaaaa gitu,hahhaha.
Udah pada cakep-cakep, pinter-pinter pula, sopan lagi. Ini gedenya gimana yak?hhehe* aih….cobaan banget buat gue.

Teman –teman ngajar saya pada sirik sama saya, katanya “enak banget si Nova, tuh anak muridnya pada ganteng-ganteng semua” hahhha….:D

Untung itu sudah berakhir, kalau gak saya susah juga disirikin terus ama teman-teman *plis deh nov, itu anak SD.

Setiap anak itu pasti punya keunikan masing-masing. Satu hal yang saya harus ingat banget “jangan mengharapkan kesempurnaan dari seseorang karena kita juga bukan makhluk yang sempurna” begitu juga anak-anak, tidak ada anak-anak yang sempurna karena juga tidak ada orang tua yang sempurna. Yang ada hanyalah menuju sempurna=).

Saya Butuh Rp300;

Tau damri? Kalau robur tau? Angkutan yang difavoritin mahasiswa. Nah, kalau di Banda Aceh biasa ongkosnya Rp1000; jauh dekat. Tarif resminya sebenarnya Rp700; tapi kalau kita ngasih duit Rp1000; ga bakal dibalein lagi ma kernetnya. Anggap ikhlas, gitulah kira-kira. Tapi beda dengan kernet satu ini, bapak-bapak, saya taksir umurnya jelang 50-an tapi masih segar dan bersemangat. Bapak ini cuma satu-satunya kernet damri yang kalau di kasih duit Rp1000; pasti bakal di balein Rp300;. Gimanapun caranya. Entah duit recehnya lagi abis, atau apapun, pokoknya pasti duit kita yang 1000 tadi bakal dikembaliin Rp300;. Yang ga biasa naek damri bapak ini kaya saya pasti bakal melongo-longo karena dibelekin duit Rp300;. Lha, biasanya mana ada kernet yang mau kembaliin. Tapi, ternyata ada syaratnya juga, yang dikembaliin Rp300; itu hanya untuk pelajar dan mahasiswa. *Lha, kalau pelajar tapi mukanya kaya bapak-bapak atau mahasiswa mukanya kaya tante-tante gimana yah?hehhe…:D

Tiba-tiba aja bapak kernet tu ngobrol sama salah satu penumpang wanita. Mahasiswa juga. Kebetulan dia duduk di depan saya dan saya mendengar dengan jelas semua obrolan mereka *iya, saya nguping.

Dari hasil pendengaran nguping saya, ternyata wanita itu adalah kawan anak bapak kernet. Mereka sama-sama kuliah di fakultas keguruan. Saya mendengar bapak itu cerita gimana susahnya ngebiayain kuliah jadi jangan disia-siain usaha orang tua. Dan cerita lainnya saya kurang nyambung dan kurang ngerti *penguping tak berbakat

Mungkin, oleh sebab itulah Bapak kernet selalu ngasih kembalian Rp300; buat mahasiswa ataupun pelajar yang numpang di damrinya, bukankah Rp300; itu awal dari Rp100.000;? Bukankah jika Rp300; dikumpulkan beberapa kali akan menjadi satu juta? Dan bukankah sejumlah uang Rp300; yang dikumpulkan berkali-kali akan mampu membayar spp perkuliahan? Ah, jangan remeh dengan uang Rp300;.

Olala Bibeh

Saya selalu kagum dengan orang-orang yang mau peduli dengan lingkungan, entah itu lingkungan hidup, lingkungan sosial, dan lingkungan-lingkungan lainnya. Setidaknya, mereka tidak punya pemikiran "LUGU" alias Lu Lu Gue Gue.Soalnya saya suka heran kenapa manusia dianugrahi hati nurani tapi masih cuek olala bibeh ya?

Itulah sebabnya mengapa semenjak kuliah sampai sekarang saya masih mau menyempakan diri untuk mengajar. Dulu, disela tugas kuliah dan kegiatan kampus, saya masih rela mengajar bahkan sampai sekarang. Saya hanya ingin berusaha berkontribusi untuk lingkungan ini, lingkungan pendidikan. Berusaha mengajarkan kebaikan pada murid-murid saya adalah salah satu upaya saya menjadikan generasi bangsa ini agar lebih baik. Saya tau itu hanya secuil, sedikit, dan nyaris tidak ada apa-apanya. Tapi, bukankah yang sedikit itu akan menjadi bukit nantinya?
Berharap, meskipun latar belakang pendidikan saya bukan dari dunia pendidikan dan kemungkinan saya akan bekerja tidak dari bidang pendidikan tapi saya tetap bisa terus mengajar.Mudah-mudahan.

Saya salut banget sama Sis Ata, bagaimana dia terjun langsung menyelamatkan generasi bangsa. Semoga Tuhan selalu melindunginya dan meridhai setiap langkahnya. Amin.
Dalam rangka peduli genarasi bangsa inilah, sis Ata mengajak kita untuk paduli melalui gerakan ini, karean foto kita adalah bukti kepedulia kita:)



waduh, narsis juga saya ya..hahha...gapapa deh, untuk kebaikan:D.
*tutup muka, pejam mata, tidur,hehhe

Tidak Ada Cinta di Dunia Ini

Seorang ibu peri datang dalam kehidupan saya. Membawa saya pergi dari kota kelahiran.Medan. Menuju suatu tempat asing yang belum pernah saya sambangi. Ah, ya…mana pernah saya sambangi, saya kan masih berumur satu minggu. Bayi merah ini (saya) berpindah tangan dari orang tua kandung ke ibu peri dari negeri antah berantah.

*******

Saya sudah disisi ibu peri. Ya, dinegeri antah berantah yang akhirnya saya ketahui beranama Aceh.Umur saya kini 7 tahun. Artinya sudah 7 tahun kurang satu minggu saya bersama ibu peri. Dia benar-benar seorang peri yang kini saya memanggilnya mama. Peri terindah yang pernah saya miliki.

Ibu peri meniupkan ruh cinta seorang ibu dalam diri saya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya tahu bahwa ibu peri bukan ibu kandung saya, dia hanya berusaha memberikan cinta pada saya ketika kedua orang tua kandung saya tak mampu memeberikan cinta itu. Ya, saya diambilnya ketika orang tua saya hampir membuang saya. Apalagi kalau bukan alasan ekonomi. Alasan yang merajai segala alasan di dunia ini untuk membuang anak kandungnya selain alasan malu karena korban MBA. Ibu peri menyambut saya, meniupkan seluruh ruh cinta yang dia miliki. Di sini, di keluarga ibu peri ini saya bahagia. Ibu peri bahkan tidak pernah memarahi saya, memenuhi kebutuhan saya, cinta, kasih sayang, meski tidak dengan materi melimpah. Saya tidak butuh itu. Apalagi yang dibutuhkan oleh seorang anak yang ingin dibuang oleh orang tua kandungnya?
Rumah ibu peri adalah rumah luar biasa. Meski tidak bisa dikatakan besar tapi semua penghuni memiliki jiwa besar. Ibu peri, suami ibu peri yang otomatis menjadi ayah saya, Shania anak kandung ibu peri, si kecil Fasya yang nasibnya sama dengan saya.
Tetangga sekitar rumah semuanya saudara. Jadi saya bisa leluasa kesana kemari.

Ah ya, saya ingat cerita beberapa tetangga yang mengisahkan bagaimana ibu peri merawat saya waktu kecil. Saya termasuk anak yang suka menangis, mungkin karena background kehidupan saya dengan orang tua kandung dulu. Ibu peri setiap malam bergadang buat saya, memberikan susu, mengayomi saya. Bagaimana khawatirnya dia ketika saya sakit, tengah malam dia membawa saya ke rumah sakit dengan muka pucat karena khawatir. See??? Dia begitu mencintai saya.

Kini kebersamaan saya dengan ibu peri telah 7 tahun, saya tak ingin berhenti. Selamanya.
Buat ibu kandung saya, terimakasih telah sudi melahirkan saya ke dunia ini, setidaknya, ibu kandung masih sayang sama saya dengan tidak menghilangkan janin saya dari rahimnya yang mulia sehingga saya bisa bersama ibu peri saat ini.
Tuhan maha adil. Selalau ada cinta yang dialirkan buat saya di dunia ini. Terimakasih.

Jangan pernah merasa bahwa tidak ada yang sayang dengan kita di dunia ini. Tuhan selalu sayang kepada kita, dan akan terus mengirimkan orang-orang yang sayang kepada kita.Bersyukurlah untuk kehidupan sempurna yang telah Tuhan anugerahkan buat kalian.


***Banda Aceh, 22 Maret 2011. Menulis dengan penuh haru dan rasa takjub terhadap Ibu peri yang sebenarnya Tante saya. Dan tokoh "saya" dalam cerita diatas adalah sepupu saya.

Makin Hot Aja ni

Tau pemanasan global kan?

Hahaha…sorry boi, saya gak sedang mau ceramah kuliahan tentang pemanasan global, saya tau itu bikin yang baca mau muntah seember kan? Hehhe…

Yakin banget kalau semua udah pada tau pemanasan global, termasuk saya *tumben si nova tau!
Belakangan ini saya banyak menemukan hal-hal unik dalam rangka menyelamatkan bumi ini dari pemanasan global.

1. Saya beli nasi gurih di warung dekat jembatan layang. Cuma warung ini yang bukanya cepat banget. Jam setengah 6 pagi udah siap untuk jualan. Warungnya baru, jadi pembelinya masih belum ramai. Yang uniknya, kalau biasanyakan dimana-mana pembungkus nasi gurihnya itu pakai kertas pembungkus, kalau di warung ini beda. Cuma pakai daun pisang. Pokonya semua yang dibeli di warung itu bungkusnya pakai daun pisang. Mantaaaapppp!

2. Di dekat kampus saya kuliah (gak deket-deket banget sih sebenarnya) ada satu toko yang jual alat-alat tulis dan fotocopy gitu. Nah, di toko itu ditulis begini: bagi yang belanja disini, mohon plastiknya jangan dibuang, silahkan tukarkan kembali kepada kami, setiap penukaran 1 ons dapat hadiah menarik. Nah, ini ternyata salah satu usaha pemilik toko untuk mengurangi sampah plastik yang ngurainya susah naudzubillah, butuh waktu berabad-abad deh kalo ga salah (*elu cacing pengurainya ya nov? tau banget kayanya:P hehhehe…)

3. Ternyata usaha untuk mengurangi sampah plastik juga merembes ke department store kayak Suzuya Banda Aceh. Dulu saya pernah baca iklannya di Koran begini: tukarkan 10 buah kantong plastik suzuya dengan hadiah menarik. Nah, ini namanya simbiosis mutualisme kan? Si konsumennya untung dapat hadiah, si Suzuyanya juga untung ga perlu repot-repot cetak plastik banyak-banyak.hehhe…
*Kalau saya mah, ga pernah nyampe 10, wong belanja di Suzuya aja jarang,hehhe…

4. Seorang teman saya bisa marah besar lihat ada charger baterai HP atau laptop yang dibiarkan tercolok tanpa HP atau laptopnya. Itu salah satu cara membuat bumi ini makin hot bro!

5. Ayah saya juga sewot kalau lampu kamar nyala terus menerus tanpa lelah padahal penghuni kamarnya lagi boker di WC.hehhe….

6. Ibu saya juga ngerape gak jelas kalau TV dibiarkan meronta-ronta hidup sendiri tanpa penonton.

7. Katanya daging itu bisa mendukung pemanasan global, jadi kayanya yang vegetarian banyak banget deh pahalanya, karena bisa nyelamatin bumi ini (*liat daging ayam: lap ences). Vegetarian itu masih jauh lebih realistik daripada ganti mobil SUV dengan mobil hybrid kan?

8. Ini hoby adik bungsu saya dulunya, kalau siap makan buah-buahan yang ada bijinya, bijinya itu buang ditanah (*yaiyalah nov, masak buang di Eropa, bisa ga pulang2 dia kesasar disana), mana tau ada yang tumbuh dan jadi pohon:)

9. Ini kebiasaan mahasiswa: nebeng.hhehe… Ternyata nebeng itu ada baiknya juga lho. Paling gak ngurangi polusi, dan itu artinya kita telah berpartisipasi buat nyelamatin bumi ini *ngeles.

10. Saya punya adik leting yang kreatif banget. Dia bisa buat daun-daun kering atau biji-bijian atau sampah – sampah lainnya jadi benda yang bermanfaat dan unik misalnya: sampul buku, tempat tisu, tempat pulpen, bros, pita, dll. Nah, ini juga salah satu upaya menyelamatkan lingkungan hidup.

Oke, sekarang tinggal kita pilih yang mana. Kemonlah boi,..paling gak ada sedikit hal yang bisa kita buat untuk meyelamatkan bumi ini. Bukankah bumi ini aset berharga buat anak cucu kita? Dibantu bantu ya…dibantu bantu ya….yayaya…simsalabim bumi ini jadi hijau.prok prok prok…:D

Berikut Hari-hari Lingkungan Hidup:
22 Maret Hari Internasional Air
22 April Hari Bumi
22 Mei Hati Internasional Keragaman Hayati
5 Juni Hari Lingkungan Hidup
17 Juni Hari Internasional Melawan Desertifikasi
16 September Hari Perlindungan Lapisan Ozon

I miss u:D

Saya kangen pingin nge joke gila-gilaan lagi bareng kawan-kawan. Udah lama rasanya kami ga ngumpul-ngumpul dan ngejoke sampe sakit perut dan keluar air mata,hehe…terakhir kalau saya ga salah ingat waktu ngeburjo di depan BRI. Itupun karena dibalen sama kakak leting *yang lagi bokek kaya saya sujud syukur:P

Saya kangen dengan keahlian kami berfoto ria. Hobi banget bikin poto ga jelas. Lagi terpuruklah…sangaklah…hahhaha…



terpuruk mode on:P




Saya kangen juga dengan seabrek kegiatan kampus, Himpunan, BEM, dll…


Saya kangen pingin dapat beasiswa lagi dan bisa jalan-jalan lagi:D


Saya kangen dengan kue yang bisa bikin saya tergila-gila dengan kombinasi pisang dan coklat, sampai sekarang, apapun kuenya, kalau sudah ada kombinasi pisang dan coklat pasti saya suka:D
*lap ences


Saya kangen dengan cappuccino kantin yang bikin saya ga kreatif untuk pesan minuman setiap kali saya ke kantin. Pasti cappuccino mulu:P


Saya kangen dengan kampus yang aneh, yang bahkan saking anehnya binatangpun jadi pelampiasan emosi dan dicoret-coret.hehhe:P


Saya kangen dengan pohon rindangnya MIPA, bisa bikin betah berabad-abad kalau duduk disitu:P


Saya kangen dengan menu kenegaraan pilihan kami kalau lagi butuh pemadam kelaparan. Ayam penyet.hehhe:P

Saya juga kangen dengan antusias abang-abang leting dikampus dalam menghabiskan makanan kalau kami lagi ngumpul di kantin baret. Luar biasa menggila:D


Saya kangen bikin lawak kalau lagi kuliah sama dosen yang ga jelas dan bikin ngantuk. Hmm..jadilah pentas lawak.

Saya kangen sama “improve” kawan-kawan dalam membuat sebuah cerita agar terlihat lebay.

Saya kangen masa-masa frustasi modem saya rusak, akibatnya saya ga bisa cari bahan untuk skripsi saya. *rasanya pingin refreshing ke Eropa deh saat itu,hahhhaha, ngarep:D

Saya kangen masa-masa stress bikin skripsi dan laptop jadi pelampiasannya.hahha..maap ya top:D

Saya kangen dengan celotehan-celotehan dan tawa gila kami sampai-sampai kalau ada kakak leting yang lagi hamil n ngumpul sama kami mesti pegang-pegang perutnya berkali-kali.hahhaha:P

Saya kangen dengan kebandelan masa kuliah, ga mau masuk kuliah, akibatnya dosen matakuliahnya nelpon-nelpon kami nyuruh masuk dan kami tetap keukeh malas masuk*kebangetan!

Saya kangen dengan system kebut semalam. Bikin tugas selalu kalau udah kepepet mau kumpul, hari itu kumpul, 15 menit sebelumnya baru buat, padahal tugas dikasih seminggu yang lalu *inilah namanya the power of kepepet,hehhehe…ngeles.

Saya kangen dengan ulah usil bin gak ada kerjaan, ngitung-ngitung ulat bulu di koridor kampus *ga penting banget kan?

Saya kangen dengan usilnya kawan-kawan saya, kertas absen kuliah diloakin ke tukang loak kertas sama kawan saya, akibatnya dosen yang pegang mata kuliah jadi puyeng-puyeng mikir kertas absennya ilang.*luar biasa jahil dan saya turut bahagia saat itu,hahhahha

Saya juga kangen dengan lebaynya cerita kawan-kawan saya mempraktekan cara membelah durian (waktu itu ada salah seorang teman saya yang dapat kiriman durian dari kampungnya, jadilah mereka pesta durian), ada yang cara kupasnya kayak kupas kelapa, ada yang kayak kupas mangga, ada yang kayak kupas buah jeruk, bahkan ada yang mau ngemut langsung tanpa dikupas kaya makan apel,hahhaha….*plis deh, itu durian:D

Saya kangen dunia kampus. Kangen semuanya…..

Menata Serakan Puing

Waktu musibah baru-baru ini saya sempat pulang kampung buat ngunjungi makamnya ibu. Sedih liat sepupu-sepupu saya yang udah ga ada lagi mamanya. Bagaimanapun, mamalah orang yang paling dekat dengan kita kan? Paling sedih waktu liat adik sepupu saya yang perempuan (anak ibu yang paling kecil), umurnya masih 13 tahun tapi harus rela memulai hidupnya tanpa seorang mama. Dia kehilangan banget, sampe lima hari dia terus pake-pake baju mamanya dan dekap-dekap poto mamanya di dada sambil nangis. Aku nangis kejer juga liatnya.
Tapi, ada rasa salut buat mereka yang ditinggal. Almarhumah Ibu punya empat anak, yang pertama laki-laki, biasa dipanggil bang Rahmad, terus kak Rina, Fitri, dan Dek Iki. Mereka selalu punya cara tersendiri menata kembali kepingan hati mereka yang hancur.Saya harus banyak belajar dari mereka.
Saya sempat mengutip dan mengingat beberapa kalimat mereka baik yang ditulis di FB maupun terucap secara lisan. Saya mengingatnya, karena jiwa saya bergetar dengan kalimat mereka saat itu.

Bang Rahmad :
Pagi pertama tanpa ibu lagi di rumah. Untuk siapakah kini segelas susu kuantarkan dan kue-kue kubelikan seperti di pagi-pagi lalu, ibu?


tapi saya juga ingat kalimat bang Rahmad waktu mama saya bilang begini : Sabar ya Rahmad, jaga adik-adik ya.

Bang Rahmad :
iya. Banyak yang gantiin mama disini, jadi kami tetap gak akan sepi.


Kak Rina :
Ya Allah...tak kuat rasa'a q bendung air mata ini,bila q ingat wajah Ibu q yg terbujur kaku.Ya Allah...ampunilah dosa2 Ibu q,terimalah semua amal ibadah Ibu q,tempatkanlah beliau ditempat yg layak disisiMu,Amien...


tapi, tetap ada kalimat penyemangat hidup mereka

Kak Rina :
Setiap kita akan kembali kesana. Kali ini ibu duluan.mungkin berikutnya kita.


Fitri :
fit,jangan bertengkar2 sm adek,kk&ab ya nak,,qt gkbs hdup sndri nak,,kakak,,ab & ad tu tmpat qt brbgi jg nti-a,,*pesan yg sllu dblg mama wktu msh hdup*:'(


tapi, Fitri juga punya pengobatnya

Fitri:
fitri harus tetap kuat, karena masih ada dek Iki yang seharusnya merasa lebih kehilangan. Sekarang fitri harus kuat untuk dek Iki.


Dek Iki :
Ya Allah..knpa begitu cpat Engkau memanggil mama?? Aku masih butuh mama..aku masih butuh kasih sayangnya..skrng beliau uda gak ada..
Aku rindu mama...pengen ketemu mama.. T.T
Lapangkanlah kuburnya ya Allah....jauhkanlah dari azab kubur..
Mama meninggal dalam pangkuanku..dalam genggamanku..datng ke mimpi iky ya ma?? Iky sayang mama..slama...


Lagi-lagi, dia tetap masih punya semangat mengais kepingan hatinya yang pecah berhamburan

Dek Iki :
"Iky..kamu harus kuat,kamu harus tegar,oranglaen,kecil lagi meninggal mamanya,lah,kamu??? Uda kls 2SMP..
,KAMU MASI PUNYA MIMPI,KAMU MASI PUNYA MASA DEPAN..kamu gak bole loyo kek gini,kasi yg trbaik tuk mama,buat mama senang dsna..ya nak ya.."


Saya hanya salut dengan mereka, bisa kembali menata hati yang sudah luruh.Ibu akan bahagia melihat kalian kuat, sepupuku:)
Teruslah alirkan doa buat Ibu melalui zikir dan sujud panjang. Bukankah Allah tau kapan saat terbaik kita ditiup kedunia dan tertiup kembali ke pangkuanNya?

*mengenang 7 hari ibu. Semoga Allah memberikan tempat terindah:)

Ada award dari TK:)


Makasih banyak ya TK, bagus banget awardnya.Oia, TK ini friendly banget orangnya, siapa yg mau kenal lebih jauh segera merapat ke TKP aja yah,hehhe:D

dan...ada satu award lagi dari mbak reni:D


aku udah pernah ngerjain PR ini diaward yang dulu. Tapi, entar aku kerjain lagi ya mbak dipostingan berikutnya, soalnya postingan ini udah penuh sesak, entar malah meletus lagi blognya,hehhe*balon kaleee:p

makasih sahabat2 bloggerku:)

Mengingat Hidup

Hidup adalah aliran waktu yang ditiup terus menerus
Maka akan ada yang harus pergi tertiup sang waktu
Juga yang datang melalui hembusan waktu


Tuhan tau kapan saat terbaik kita ditiup dan tertiup


*baru saja menerima telepon tentang kabar kepergian Ibu (kakak Mama saya)untuk selamanya,hanya ini yang bisa tertulis saat ini meskipun postingan sebenarnya sudah saya persiapkan.

Jejak Rindu Dyslexia

Rasanya saya ingin merunut kejadian semalam secara detil. Tentang apa yang saya rasakan.
Film dyslexia. Udah pernah nonton? Saya baru menjamahnya semalam dengan buliran bening yang tak kunjung hilang selama nyaris 1,5 jam. Anda tau bagaimana mata saya keesokannya? *Yup, benar!

Bahwa setiap anak memilki keistimewaannya masing-masing.

Ah, saya jadi ingat dengan murid-murid kecil saya di bimbingan belajar. Mereka selalu punya ruh untuk mengisi kehidupan hati. Tentang Zhafran yang diidolakan banyak wanita meski baru kelas 1 SD. Pantas saja kalau dia cenderung mengatur, dia pintar dalam segala pelajaran, tampan pula. Banyak sekali yang ingin berteman dengannya. Tapi, jangan pernah jadikan dia dalam posisi kalah, dia akan jatuh. Bagitulah anak-anak, ada sisi lebih kurangnya.

Berbeda jauh dengan Rayyan, pembawaannya cenderung diam dengan gaya yang sangat biasa. Keheningannnya membuat teman-temannya menjauh darinya. Nilai pelajarannyapun biasa saja, tapi punya daya imajinasi yang tinggi. Dia mampu membuat sesuatu seperti yang ada dalam pikirannya. Kertas kosong sekejap berubah menjadi topeng-topeng unik yang lengkap dengan senjata-senjata perang. Kalau dalam permainan dia kalah? It is OK.

Sebagian orang menganggap kertas kosong rayyan adalah sisi perampasan dan kesia-siaan. Bahwa kertas kosong seharusnya ditulis dengan huruf atau angka bukan malah menjelma menjadi topeng.
Kebebasan mereka dihadang. Daya imajinasi mereka dirantai.
Biarkan jiwa dan fikiran mereka merayap sebebasnya. Disitulah puncak kebahagiaan seorang manusia. Selama masih ada kita, biarkan mereka kreatif dengan dunianya. Tidak selamanya buku tulis itu harus diisi dengan huruf dan angka. Biarkan sesekali menjelma menjadi lukisan abstrak atau benda-benda aneh. Dia akan merasa luar biasa.

Setiap anak tergantung bagaimana lingkungan mendidiknya, jika baik, maka baiklah dia. Melindunginya adalah siap menerima segala kondisinya. “Jika kamu kalah, jatuh, tertekan datanglah padaku”. Maka mereka akan tau bahwa ada yang melindungi mereka.


*merindui murid-murid kecilku disisi sana.
Apa kalian sudah besar?

BW Bawa Oleh-Oleh

Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan blogwalking(BW) saya. Kalau biasanya BW suka ga bawa pulang oleh-oleh, nah kali ini saya lagi baik hati tidak sombong dan rajin menabung serta suka ditraktir(hehhe:P), jadinya oleh-olehnya saya kasih buat si Finding Nova ini.

Oke. Let`s start *hidupin mesin motor

Selama perjalanan BW lalu lintasnya suka macet. Rambu Page load Error keluar terus setiap kali saya sampai di satu persinggahan blog.

Pertama saya singgah ke blog milik adik leting saya di kampus, namanya Ummul Khairi, biasanya dipanggil Ai. Entah mengapa proses pemotongan namanya begitu tajam sehinga hanya tersisa 2 huruf untuk nama panggilan (halah!). Postingan terakhirnya masih sama dengan ketika saya buka minggu lalu. Sembilan Sembarang Acak. Saya selalu suka dengan gaya menulis Ai yang dalam dan menyentuh padahal tema yang diangkat sangat sederhana. Pemilihan katanya tepat dan topjer. Meskipun kadang tulisannya panjang, tapi saya masih tetap setia membaca sampai habis meski kadang suka speechless sendiri dan akhirnya lupa tinggalin komen,hehhe:P (*sekilas inpo: saya suka amnesia dadakan kalau lagi terharu, kaget, senang, dan speechless jadi mohon dimaklumi kalau saya sudah baca blog anda dan lupa meninggalkan komen, berarti tulisan di blog anda itu masuk salah satu kategori diatas:D). Saat saya menulis ini, Ai sedang sakit, kemarin saya sempat berkunjung ke Rumah sakit tempat Ai dirawat. Cepat sembuh ya say. Ditunggu tulisan-tulisan berikutnya.


Selanjutnya, perjalanan saya berhenti pada blog senior milik seorang blogger asal Palembang. Beliau menamai blognya “De Javu”. Blog ini milik mas Aulawi Ahmad. Mas-mas ini pinter banget bahasa inggris. Semua puisinya ditulis dalam bahasa ingrris. Mas ini juga punya pengaruh penting waktu saya sedang S3 dulu. Kok S3? Sok Sibuk Skripsi. Hehhe… Beliau buatin abstrak skripsi saya dalam bahasa inggris. Makasih mas.hehhe…
Postingan terakhirnya “Tell Me” menceritakan tentang bagaimana kecantikan seorang wanita (*kalo ga salah sih begitu, soalnya bahasa inggris, jadi saya rada lelet ngertinya,hehe). Mas ini kalau bikin puisi dalam banget. Puisinya berasa banget (*emang pecel lele! bahasa lu nop…:P). Yang penasaran langsung cek ke TKP gan.hehhe:D.

*Glek glek…parkir motor dulu ah. Haus.Minum air satu ember:P

Lanjuuuuuuuuuuuutttt…Perjalanan selanjutnya terhenti di Jakarta. Di blognya Mutia`s Diary. Kak Mutia ini sama kaya saya, sama-sama anak Aceh. Senangnya bisa kenal blogger Aceh kaya begini.*jingkrak-jingkrak.
Kak Mutia ini kayanya hobi travelling (*sok tau), soalnya beliau sering posting tentang makanan n jalan-jalan (*Iri bange:(). Ceritanya selalu menarik, rasanya pingin juga menyambangi tempat yang ditulis kak Mutia ini. Kapan-kapan ajak saya donk kak.hehhe:P.


Berikutnya saya nyampe di blognya Rezka`s Blog. Yang punya blog ini orangnya friendy banget. Saya suka banget template blog ini, kalem gimanaaaaaaaa gitu, satu lagi, bulet-bulet dipinggiran kiri itu, lucu. Saya paling suka postingannya yang judulnya “Rayuan Gombal”, asli. Ngakak guling-guling dari Palembang sampe Aceh saya bacanya.Huahahhaha…..Postingan terakhir yang saya baca, beliau pingin gemuk. Semoga sukses ya mbak^^.Fighting!


Berikutnya saya nyasar di blognya Immanuel (*hahha…kok nyasar sih nop??). Immanuel ini lagi heboh-hebohnya ngerjain skripsi (*duh, jadi ingat derita gw nulis skripsi :( ), makanya postingannya ga jauh-jauh dari cerita seputaran skripsi kaya postingan terakhir yang saya baca, dia lagi semangat buat cari referensi di Perpus UI (*saya ga yakin deh dia nyari referensi, kayanya lebih ke mejeng deh,hhahhaha....). Semangat Noel buat skripsinya. Kamu pasti bisa! Yang mau kenal sama noel ini langsung ke TKP aja. Sedikit bocoran, dia friendly banget, sering ngasih award, hehheheh:D.

*Parkirin motor dulu…ngadem dibawah pohon, eh, jatuh apel. Pikirin konsep gravitasi (hahha…Einstein mode on).


Kali ini saya lanjut ke blognya mas Gaphe di “Gaphe Bercerita”. Uhuy…postingannya bikin saya pingin acak-acak WC deh. Bikin iri aja. Kalau ga jalan-jalan, ya makan-makan, kalau gak ya jalan-jalan sambil makan-makan, atau makan-makan sambil jalan-jalan (hhaha…) atau, kalau gak ya dapat award.*ini orang kayanya hidupnya penuh nikmat banget deh…
Postingan terakhirnya luar biasa, mas gaphe ini dapat award dalam wujud nyata. Dikirimin sama temennya gara-gara dia jadi 10000 vistitor.*tuh kan, nikmat mulu hidupnya…
Semenjak kenal blognya mas Gaphe ini saya jadi banyak tau makanan yang enak-enak (*walau ga bisa nyicipin:( ) dan tempat-tempat keren (*meski belum kesampaian pigi kesana:(). Langsung cek TKP aja gan, mana tau dia berubah pikiran n ngirimin award yang didapatnya ke kita (hahhahha….).


Rencananya sih udahan BWnya. Tapi nih kok nyasar di blog temen saya Teuku Reza a.k.a Tere ya? Mana blognya udah ga diurus lagi. Hampir kepleset karena lantainya udah mulai lumutan.hhhehehe…

Tereeeeeeeee…bersihin!(*jiwa majikan kumat,hahahha)

Entah kenapa kawan saya yang satu ini, postingannya masalah patah hati mulu…kesian juga saya, berasa pingin nyumbang sejuta deh buat Tere (*sombooonggggg!!! Ini kasian karena patah hati ato fakir miskin ya??hahhaha….peace Te:P). Semoga Tere semangat lagi. Ayo bangun Te!!!!

Udahan ya ceritanya.capek ngetik…hehhehe:D.

Questions in my world


Mengapa sebagian wanita rela menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk beli make-up, baju dan sepatu?
*sampai sekarang hal ini belum masuk dilogika saya. Penampilan memang penting, tapi ga mesti keluarin duit segitunya kan? Ini kebutuhan atau nafsu?


Mengapa setiap kita mengisi registrasi tabungan di Bank atau di operator seperti Telkomsel, selalu yang ditanyakan “nama asli Ibu Kandung?”
*Kenapa ga nama ayah kandung? Secara, garis keturunan kan dari ayah. Nama yang melekat dibelakang kita kan nama ayah. ???? ada yang bisa jawab?


Mengapa ada laki-laki yang tidak tertarik dengan sepak bola?
*Saya aja yang wanita tertarik banget.hehhe…:D


Mengapa wanita itu susah membaca peta?
*Saya salah satunya, kalau udah dikasih denah alamat rumah, pasti harus pikir panjang dua hari dua malam pakai kembang tujuh rupa dari tujuh pulau untuk bisa memahaminya:D

Mengapa orang yang memakai kacamata terlihat lebih berwibawa dimata saya?
*Mata kamu lagi kelilipan ditimpa satu ton debu kali.


Mengapa anak kedua itu cenderung lebih dewasa dari anak pertama?
*akibatnya, saya selalu dikira adik:(


Mengapa orang bisa sampai bunuh diri karena putus cinta atau cintanya ditolak?
*gak masuk akal

Mengapa wanita kurang bisa merawat motor?
*saya salah satunya.hahhaha…


Bila laki-laki pergi untuk 7 hari perjalanan, maka mereka akan membawa pakaian untuk lima hari dan akan memakai pakaian yang sama untuk beberapa hari. Tapi bila perempuan pergi untuk 7 hari perjalanan, maka mereka akan membawa pakaian untuk 21 hari.
*hahaha..bener!


Mengapa ayah nyaris tidak bisa mengungkapkan cintanya melalui kata? Tapi melalui perbuatan?
*ayah saya banget.

ah, ada award lagi buat finding nova.


thanks ya Noeel^^

Ditampar Mulu


Kok akhir-akhir ini kayanya saya jadi merasa banyak yang nampar ya? Atau sebenarnya udah lama ditampar tapi saya nya aja yang baru nyadar?hehhe…milkysmile

Ini gara-gara temen saya yang bilang kalo saya ga ada sama sekali menunjukkan gejala ketertarikan terhadap lawan jenis. *Ya ampun…ya ampun ya ampun..naudzubillah….ampuni aku Tuhan.milkysmile

Setelah flashback dan ingat-ingat balik, dulu ada beberapa teman yang lain juga pernah beranggapan begitu. Katanya saya itu ga menunjukkan rasa tertarik sama laki-laki, sama perempuan juga biasa aja. Datar aja. *trus nop, lu tertariknya sama apa??? Kuntilanak??? Hahhaa milkysmile

*Emaaaaakkkk…..aku ga gitu.


Awalnya saya merasa ini hal yang biasa aja dan ga perlu diambil pusing. Tapi belakangan ini setelah dijumlah-jumlah pake kalkulator cabe yang ga ada sin cos tan nya itu (halah!) kok makin banyak ya yang bilang saya kaya begitu??? Aneh juga. Padahal saya normal lho. Kalau yang bilangnya orang yang ketemu sama saya seabad sekali sih ga masalah (*kelamaan nop…), lha ini, yang bilang orang yang ketemu saya setiap hari (*hihi..tertawa miris).

Tapi tak apalah. Ada yang menampar saya secara tidak langsung. Itulah gunanya teman boi, selalu mengingatkan kita akan segala hal.

Sebenarnya saya ga ngerti juga gimana harus menunjukkan rasa tertarik, masa saya harus ikat-ikat tali gitu setiap ketemu laki-laki? Ribet banget ya urusannya.hahhaa….*becanda

Ini hanya masalah waktu kawan. Kalau sudah saatnya pasti akan ada lelaki itu *kalau anda lelaki dan ketika lagi baca tulisan ini keselek-selek ga jelas mungkin anda orangnya,hehehe:P

Makasih sudah mengkhawatirkan saya. Saya jadi merasa makin bahagia punya kawan. Yang pasti saya percaya satu hal bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan jodoh yang salah pada manusia.

X : Noooppppp.....
Saya : mmmm.....tuan...
X : itu tu yang poto diatas sapa???
Saya : eh...mana????
X : ituuuuuuuuu yang paling atas *nunjuk nunjuk
Saya : *celingak celinguk patah leher
X : Alaaaaaaaaahhhhhh......ituuuuuuuuuu *nunjuk-nunjuk jidatnya
Saya : Oh..hhehe..ganteng ya...hahhahahhaha....

*percakapan ga penting.Anggap ga pernah baca.

Terimakasih untuk Tamparannya:)

Terimakasih untuk tamparan “hidup yang terlalu sempurna”. Dengan begitu saya kini merasa harus terus bersyukur untuk setiap detil kehidupan yang saya miliki.

Mereka adalah kawan, sahabat, kakak, adik, guru. Yang telah melalui kehidupan ini bersama saya. Merajut cerita indah dalam bingkai yang bernama persahabatan. Dari awal saya terjun ke dunia kampus, hingga kini, saya harus terbang ke dunia lain. Meski latar hidup kami berbeda tapi kami bersama. Ah, sebuah pelajaran hidup yang sangat indah ketika salah seorang sahabat menampar pipi saya secara tidak langsung dengan sebuah kalimat “hidup kamu terlalu sempurna, Nova. Beda dengan kehidupan saya, jadi kamu tidak akan pernah tau bagaimana persaan saya”. Itulah sahabat. Meski pahit tapi tetap memberi makna pada hidup. Hukum alam, jika sesuatu dibagi pasti akan berkurang. Begitu juga cerita hati yang penuh sesak, jika dibagi maka akan ada sisi ruang hati yang kosong dan menjadi lega.

Terimakasih untuk tamparan “hidup yang terlalu sempurna”. Dengan begitu saya kini merasa harus terus bersyukur untuk setiap detil kehidupan yang saya miliki.

Kini, untuk hidup yang terlalu sempurna ini saya bersyukur. Terimakasih Tuhan mengirimkan saya Ayah yang luarbiasa, yang sampai kini tetap setia mengawasi seekor nyamukpun yang ada dikamar saya.

Terimakasih Tuhan. Untuk Ibu yang tiada duanya. Yang sampai kinipun tetap meneyelimuti dan membuat secangkir teh hangat untuk saya.

Terimakasih Tuhan, untuk adik perempuan yang begitu membahagiakan. Yang mampu menjadi kawan, kakak, sekaligus adik yang baik bagi saya.

Dan terimakasih tak terhingga telah mengirimkan saya adik lelaki yang sudah bisa melindungi. Meski saya selalu berharap punya abang tapi Tuhan lebih tau. Bahkan hingga kini ia tetap setia mengantar jemput.

Terimakasih Tuhan atas kehidupan yang luar biasa ini. Sahabat yang selalu ada bersama saya, setia, dan mendampingi.
Terimakasih untuk hidup yang sempurna ini. Beginilah cara Tuhan mencintai saya.


My family:)


Sahabat2 yang selalu setia:)

*kawan. Saya memang tidak tau bagaimana sakitnya kehidupanmu. Tapi, kalau dipanggil saya akan lihat dan menghampiri.

Merekam 26 Desember


Tanggal segini. Jam segini. 6 tahun yang lalu.

Nyaris semua keluarga punya mata yang sama. ya.Bengkak karena menangis. Kami masih setia menunggu kabar menyedihkan selanjutnya. Siapa lagi anggota keluarga yang lebih dicintai Allah sehingga Dia menjemputnya dalam kejadian ini?

Tsunami, 26 Desember 2004.
Kebetulan semua sepupu yang kuliah di banda Aceh ngumpul dirumah hari itu. Satu sepupu laki2ku pulang dengan muka bertekuk 29. Ada kabar apa pon? tanya mamaku.
"Perumahan di cadek rata".Udah lapang semuanya"
Itu artinya rumah wawakku juga tinggal kenangan. meski rumah besar dan kelihatan kuat, tapi ternyata kekuatan Allah lah yang lebih kuat. sampai hari inipun kabar wawak masih dipertanyakan? tak diketahui kemana jasadnya, begitu juga Opa.
Alhamdulillah (dalam kondisi begitupun Allah masih meridhai kita untuk bersyukur) ada satu orang anak wawak yang selamat setelah berenang melawan tsunami. kalian tau bagaimana sakitnya kawan?

Suara tangisan dari tetangga terdengar lagi. Itu artinya ada kabar kematian lagi.setelah dari pagi tadi terus menangis. Mayat demi mayat masuk ke rumah lalu kembali diboyong untuk dimakamkan.
Allah. saya banyak belajar dari hal ini.

Tidak perlu tunggu tua agar nyawa berpisah dari raga. Puluhan bayipun meninggal saat itu. ratusan balita ceria menjadi kaku berlumpur dan tak menggemaskan lagi.
Puluhan temanku telah menghadapNya.

saat itu saya masih kelas 2 SMA. Saya tau bahwa umur seseorang tidak ada yang bisa menerka bisa saja yang memiliki nyawa mengambilnya kapan saja.
Tapi, tak pernah berfikir untuk menyiapkan kematian itu sejak dini.
Allah. saya banyak belajar dari hal ini.

Bahwa hidup di dunia ini adalah hidup pertama dan terakhir. Yang artinya segala sesuatu yang hanya datang satu kali ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggores catatan amal di kitab yang dicatat malaikat.

(Rumah yang menjadi tempat pengungsian sementara, pukul 16.00 WIB)

Sedikit tentang Ibu

Ibu.
Aku tau ibu sayang aku.sayang sekali. Aku juga tau ibu selalu mendoakan aku di dalam sujud-sujud ibu kepada Allah. Akupun begitu mencintai ibu. Karena bagaimanapun, ibu adalah jalinan cinta kasih yang tak pernah bisa putus dari diriku.
Aku ingin menulis puisi yang pernah aku baca dibuku dulu.

Ibu selalu menangis

Saat ia lelah mengandung saya, ia menangis.
Saat ia kesakitan melahirkan saya, ia menangis.
Saat ia lega bahwa saya lahir ke dunia, ia menangis
Saat saya bisa bicara, berjalan, dan mulai nakal, ia menangis
Saat saya mulai sekolah dan jatuh dari sepeda, iapun menangis
Saat saya remaja dan mulai membantah perintahnya, iapun menangis
Saat saya pergi menuntut ilmu, ia menangis
Saat saya berpisah dengannya, iapun menangis
Saaat apapun dalam kehidupanku, ibu selalu menangis.

Tuhan…
Saya ingin sekali melihat ibu tersenyum karena saya
Bahagia karena saya
Yang saya tahu, ibu selalu menangis.

Ibu, semoga Allah menyayangimu. Jika engkau sedih, ingatlah bahwa aku begitu mencintaimu sampai kapanpun. Bahkan ketika raga dan jiwaku telah terpisah.

*puisi diambil dari buku "catatan seorang Ukhti".