- FindingNova -

Hanya Ingin Menulis....

Belajar Dari Iklan “BISKUAT”

Belajar Dari Iklan “BISKUAT”

Pernah liat iklan produk biskuit “BISKUAT” di Televisi?

Apa yang bisa kita tangkap?

Yup!!! Betul! Semangat!!!

Kevin, Juara Dunia lari cepat 2010

Millan, Penyerang Liga Internasional 2011

Sarah Aquini, Juara Dunia Loncat Indah 2015.(mohon maaf kalo ada yang kurang)

Sekilas, kalau kita lihat sesuatu hal yang gak mungkin terjadi dari seorang bocah kecil bernama Kevin, yang masa kecilnya hanya senang lomba lari dengan kawan-kawan sebayanya, begitu juga Millan, anak kecil yang hanya bermain bola kaki biasa dengan teman-teman seumuran dengannya, apalagi Sarah, hanya bermodal kesenangan loncat dari sebuah tebing yang menjorok ke laut, tapi mereka berani bermimpi sedahsyat itu.

Semangat yang mereka miliki mengalahi apapun. Saya jadi berfikir, apa sebab yang membuat saya jadi tidak bersemangat?? Orang dengan segala keterbatasan saja bisa bersemangat besar. Apa yang membentengi saya untuk tidak bercita-cita besar dan tinggi??Sementara semua orang pasti punya kemungkinan meraih cita-citanya.

Ingat cerita Aray di Tetraloginya Andrea Hirata. Aray orang yang punya cita-cita besar dan tinggi.Semua cita-citanya terlalu muluk, bahkan pasti sebagian pembaca menganggap remeh Aray, gak mungkin bisa tercapai.

Tapi apa yang terjadi? Cita-citanya bisa tercapai semua. Kuliah di Sorbonne-Perancis, Keliling Afrika, bahkan menikahi Nirmala, seorang gadis yang dari sekolah dulu disukainya, dan gadis itu selalu gak peduli.Bahkan sampai dia kuliah di Sorbonne pun gadis itu tidak peduli dengannya, tapi dia begitu yakin bisa mendapatkan gadis itu. Lalu…apa yang terjadi??Rasa optimisnya melebihi dirinya sendiri dan dia berhasil mendapatkannya.

Mulanya kita pasti berfikir, tidakmungkin bocah kampong yang tidak punya siapa-siapa apalagi biaya bisa kuliah di Sorbonne, itu cita-cita yang terlalu besar buatnya, tapi….apa yang terjadi???dia bias meraihnya.

Dari beberapa cerita diatas, saya jadi bisa ambil kesimpulan, dalam hidup ini kita harus punya cita-cita jadi kita bias tau kemana arah hidup kita, lalu punya semangat yang besar untuk mencapai cita-cita, dan jangan pernah berfikir “tidak mungkin…”rasa optimis itu akan mengalahi apapun.Oke, lets we start now. Be a winner.^_^

AFHANKELIJKHEID

AFHANKELIJKHEID

Waktu pertama liat tulisan tu…aneh…gak ngerti…malah yang ada difikiranku “apa Koran ini salah ketik ya???” seperti misalnya kita mengetik asal-asal di keyboard pasti yang terketik berkisar seperti ini : ahjhjgdhgfhjakvh, pasti akan mengandung huruf “j”,”g”,”h”, dan bisa saja tulisan itu dibaca tapi maksa banget.

Nah…hal seperti itulah yang ada difikiranku ketika membaca kalimat itu di Koran Kompas edisi Sabtu,20 Desember 2008 (kalau tidak salah, soalnya bukan Koran milik sendiri tapi numpang baca di Kantor Djarum,hehhe…)

Karena merasa tertarik dan agak aneh, akhirnya pojok itu aku baca juga, tentang opini seseorang. Ternyata afhankelijkheid itu artinya adalah melepas ketergantungan nasib kepada pihak lain.

Ya…ternyata opini itu berisi tentang Indonesia yang telah menjadi penonton di Negara sendiri.Aku jadi teringat dengan kata-kata guruku sewaktu aku SMP dulu, beliau bilang “nanti,tahun 2010 kita akan jadi penonton di negara sendiri” gak perlu tunggu sampai 2010 ternyata, 2008 saja kita sudah “berhasil” jadi penonton di Negara sendiri. Malu????iya…cara bangkit????belajar!!!!!

Lagi-lagi aku teringat kata-kata mas Yoris (Consultant Creative Hard Rock Café) sewaktu mengikuti talk show Karyaku Untuk Indonesiaku, berfikir out of the box!!! Bagaimana caranya diusia muda bisa melakukan sesuatu hal yang beda dari biasanya dan itu dapat bernilai sebuah prestasi.

Salut banget sama mas Yoris.Bisa mengharumkan Indonesia di kancah International.Prestasi yang luar biasa bukan???

Hal-hal yang bisa membangkitkan bangsa kita dari keterputukan adalah prestasi. Bagaimana memperoleh prestasi? Belajar!!!Belajar!!!Belajar!!!

Prestasi bukan hanya sekedar IPK >3.00, itu tidak akan menggocangkan dunia, dunia tidak butuh orang-orang yang punya IPK >3.00 tapi butuh orang-orang yang mau berusaha dan berfikir maju dan punya tekad yang kuat. Lagi-lagi teringat sewaktu ikut test beasiswa Djarum, mas Sapto(bagian seleksi beswan Djarum) bilang“apakah dengan IPK>3.00 manjamin kalian akan memperoleh kerja setelah lulus kuliah???“

Aku rasa kita semua tahu jawabannya.

Friends….Lets we start now!!!